REpvblik Yang Ku Ingin

REpvblik Yang Ku Ingin

Aku tak bisa lupakan bayangmu

Aku tak dapat berhenti pikirkanmu

Baiknya ku katakan kepadamu

Tentang segala keresahanku

 

#

Ku tak ingin kehilanganmu

Ku tak rela melepaskan cintamu

Baiknya ku katakan kepadamu

Sebelum semua terlambat untukku

 

Reff:

Yang ku ingin kau tetap denganku

Ku tak ingin kau tinggalkan aku

Semoga kau mengerti bahwa dirimu

Sungguh berarti untukku

 

Back to #, Reff

BIODATA REPUBLIK BAND

REPVBLIK adalah band yang resmi terbentuk 24 Maret 2004 dan bermarkas di kota Bogor, band ini mempunyai 6 orang personil, yaitu Ruri Herdian Wantogia-Ruri (vokal), Hexanantha Sayuthi-Hexa (rhythm gitar), Lafi Hariyatulafian-Lafi(bass), Bachtiar Rahman Hamzah-Tyar (keyboard, backing vocal),

Agus Mulyana-Chiel (drum), dan Heri Masrulah Achmad-Ei (lead gitar). Tiap personil Repvblik awalnya memiliki band masing-masing. Mereka tergabung lantaran band masing-masing personilnya vakum. Mereka pun saling bersinergi dengan sebuah jiwa nasionalisme, dan akhirnya anak-anak muda yang masih bertatus mahasiswa ini mengusung nama REPVBLIK, yang berada di bawah label produksi EMI Music Indonesia.

Album pertama REPVBLIK bertitle “Punya Arti” , yang dirilis awal tahun 2007 dengan hits single “Hanya Ingin Kau Tahu”. Kesuksesan album ini membuat mereka berani merilis album repackage bertajuk“Arti Baru”.

Dan di album kedua ini, mereka memasukkan 2 single baru, yaitu “Buatku Abadi” (yang juga menjadi lagu hit pertama dari album ini) dan “Sudah Cukup”. REPVBLIK juga turut mengeluarkan album religi Hidupku Di Jalanku , dengan 6 lagu andalan ditahun 2007.

Awalnya masing-masing personel memiliki band dan bersaing pada setiap festival yang dihelat di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, dan Bandung. Kemudian mereka berkumpul lantaran band masing-masing dilanda kevakuman. Mereka pun saling bersinergi dengan sebuah jiwa nasionalisme, anak-anak muda yang masih bertatus mahasiswa ini mengusung nama REPVBLIK.

Album pertama mereka ialah Punya Arti dirilis pada awal tahun 2007 dengan hits single “Hanya Ingin Kau Tahu”. Kesuksesan album ini membuat mereka berani merilis album repackage bertajuk Arti Baru. Dalam album kedua ini, mereka memasukkan 2 lagu baru, yaitu “Buatku Abadi” (yang juga menjadi lagu hit pertama dari album ini) dan “Sudah Cukup”.[1][2]

Menjelang bulan ramadhan 1428 H (2007 M), Repvblik ikut menyemarakkan dengan mengeluarkan album religi Hidupku Di Jalanku (2007) dengan 6 track andalan.[3]

Tahun 2012 Repvblik Memindah Label baru Yaitu PRO-M Dengan Lantunan Single Terbaru SANDIWARA CINTA

Repvblik Tlah Behasil Penghargaan tertinggi Yaitu Klik Awards ANTV & Dahsyatnya Awards RCTI

Repvblik Telah rilis Album baru yaitu SANDIWARA CINTA Distore KFC Terdekat

REpvblik Yang Ku Ingin  (5).jpg

Kategori :

Lirik Lagu,

Repvblik Band,

Tag:

Lirik Lagu yang ku ingin,

nidji yang ku ingin,

yang ku ingin repvblik,

Lirik Lagu repvblik,

yang ku ingin republik,

Lagu yang ku ingin,

 

Cara Membuat Kue Sentiling pisang

Cara Membuat Kue Sentiling pisang

Sentiling adalah salah satu nama makanan dalam bentuk kue tradisional. Kue tradisional sentiling merupakan kue yang terbuat dari bahan dasar singkong yang diparut halus kemudian diberi berbagai macam jenis warna sehingga membuat kue ini menjadi lebih indah ketika disajikan. Sentiling memang salah satu nama makanan yang memang sudang sudah terkenal dimana-mana. Kue ini memiliki rasa yang enak juga memiliki tekstur yang sangat kenyal. Tampilan warna warni yang terdapat pada kue ini membuat semua orang menjadi tertarik dan ingin mencobanya. Disini kami akan membagikan resep dan proses pengolahan untuk membuat kue sentiling singkong. Bagi anda yang ingin mencoba membuatnya, silahkan lihat resep yang akan kami sajikan dibawah ini.

Baca Juga Informasi:

Bahan

Cara Membuat kue Rainbow Cake

Yg Di perlukan:

1 kg singkong yang sudah bersih ( diparut halus )

1 sendok teh garam halus

1/2 sendok teh pasta vanili

250 gr gula pasir

air secukupnya

pewarna makanan secukupnya ( merah, kuning, hijau )

Bahan lapisan luar :

kelapa parut yang tidak terlalu tua secukupnya

garam secukupnya

Cara Membuat Kue Sentiling Singkong :

Campurkan singkong parut, garam, gula pasir, pasta vanili dan air dalam satu wadah, aduk sampai tercampur rata

Bagi adonan yang sudah tercampur rata menjadi 3 bagian

Masing -masing bagian diberi beberapa tetes pewarna makanan yang berbeda, aduk hingga merata

Bentuk adonan pewarna menjadi bentuk balok panjang kemudian kukus selama 35 menit atau sampai matang

Setelah matang, potong-potong kue sentiling membemtuk dadu

Campurkan kelapa parut dengan sedikit garam aduk rata lalu kukus selama 5 menit

Gulingkan kue sentiling yang sudah dipotong-potong dengan kelapa parut yang sudah dikukus

Cara Membuat Kue Sentiling pisang  (4).jpg

Kue sentiling siap disajikan

Untuk proses dan Cara Membuat Kue Sentiling Singkong, pewarna makanannya bisa diganti dengan warna yang sesuai dengan selera anda. Dan jika anda ingin membuatnya dalam jumlah banyak, maka anda dapat menambah semua takaran bahan yang digunakan. Selamat mencoba resep kue sentiling dari kami.

Cara membuat kue singkong rebus,

Kue singkong warna warni,

Buat kue singkong rebus,

 Resep kue singkong bakar,

Pasang Behel Copot Gigi Ahli Behel Copot Gigi

Pasang Behel Copot Gigi Ahli Behel Copot Gigi

Pasang Behel Copot Gigi Ahli Behel Copot  Gigi

Chat Whatsapp  : 083806412454

Tiga tahun sudah saya pakai kawat gigi. Kenapa saya pakai kawat gigi? Karena gigi bawah saya berantakan, ada yang posisinya terlalu di dalam. Gigi atas juga ada yang terlalu masuk di belakang gigi sebelahnya. Nah, jadi kan ngga enak dilihat, makanan lebih mudah nyangkut, karang gigi bertumpuk. Karena sudah kerja, punya penghasilan sendiri, jadilah saya pasang kawat gigi, tapi saya belum sanggup nabung, jadi bayarnya nyicil. Ceritanya, waktu pasang biaya dibayar papa saya, lalu biaya tersebut saya bayar nyicil ke papa saya selama beberapa bulan 🙂   Sekitar dua tahun setelah pasang dokter bilang kalau gigi saya sudah rapi (FYI, dokternya cantik, di gigi taring atas ada berliannya). Dokter menyarankan saya untuk lepas kawat gigi. Prosedurnya gimana, Dok? Jadi, setelah kita lepas bracket-nya gigi ngga dibiarin begitu saja. Nanti akan dipasang yang namanya “Retainer” yang fungsinya untuk menahan posisi gigi, kan gigi kita sudah biasa disangga sama bracket dan wire jadi kalau dilepas si gigi bakal agak goyah kali ya, apalagi mulut dan rahang kan terus bergerak. Intinya sih mempertahankan posisi gigi yang sudah bagus dan membiasakan gigi bebas begitu lepas dari penahannya. Retainer ini ada tiga jenis, yang pertama Hawley Retainer, Acrilic Retainer dan Fixed Retainer. Hawley Retainer : Retainer jenis paling lawas, bentuknya mengelilingi gigi, depannya kawat dan bagian belakangnya terbuat dari (apa ya?), kalau kita lihatnya sih kayak plastic transparan. Kelihatannya ngga nyaman.

Itu pengertian yang saya tangkep dan hasil baca sana-sini ya. CMIIW. Ok, berhubung gigi saya ngga bandel, jadi dokter menyarankan untuk pasang fixed retainer. Pertemuan selanjutnya dengan dokter saya dijadwalkan untuk cetak retainer, jadi saya masih punya waktu untuk berpikir mau pakai retainer yang mana. Di waktu berpikir itu saya inget mati, iya, mati yang meninggal itu. Orang meninggal, dikubur, kan hanya pakai kain kafan aja, perhiasan mesti dicopot, susuk harus dilepas, kalau fixed retainer gimana? Mesti dicopot juga dong? Adakah dokter gigi yang mau nyopotinnya? Nyopot dari mayat orang meninggal. Oke, saya pakai Hawley retainer saja lah. Kunjungan selanjutnya saya cetak retainer, bukan dengan dokter yang biasanya. Cetak gigi bawah lancar, cetak gigi atas sampai harus coba tiga kali, iya, serius deh, rasanya itu ngga nyaman, mesti mangap lebar-lebar berulang kali. Entah kenapa cetakannya selalu rusak, pecah-pecah, dan dokternya baru pertama kali mengalami hal kayak gitu. Ohh. Dan pulangnya saya sariawan, kanan kiri mulut sakit, bengkak, hampir seminggu cara bicara saya aneh, mau makan pun susah. Dua belas hari kemudian saya dikabari bahwa retainer sudah jadi dan siap dipasang. Hari-H tiba, excited dong. Copot-copot bracket, lalu gigi dibersihin, coba pasang retainer-nya. Terus, kita juga disuruh latihan lepas pasang sendiri, gampang. Dokter bilang, sekarang tanggung jawab kita sendiri untuk jaga posisi gigi supaya ngga berantakan, karena walaupun udah rapi gigi masih berpotensi untuk “bergerak”. Retainernya harus rajin dipakai, kecuali kalau makan. Dokter bilang sih harus pakai lebih kurang dua tahun, tapi dokter yang sebelumnya bilang harus dipakai terus selama 6 bulan awal, selanjutnya tetep harus dipakai juga walaupun ngga setiap hari. Cara bersihinnya juga mudah, tinggal sikat pakai sikat gigi dan pasta gigi biasa aja.

Saya memakai behel karena gigi depan saya over jet alias maju, mendahului gigi bawahnya. Kalau mengunyah, gigi seri atas tidak bisa bertemu dengan gigi seri bawah, akibatnya pengunyahan menjadi tidak optimal, dan juga untuk meningkatkan nilai estetika, sehingga kalau bicara atau difoto, akan lebih baik kelihatannya..ga ada yang nongol..hehe..

Nah, kalau gigi bawah masalahnya adalah crowded, alias numpuk..gigi seri yang kanan bawah berebut tempat dengan gigi taring sebelahnya, jadi gigi seri saya tumbuh miring ke arah dalam, sedangkan gigi taring tumbuh miring ke arah luar. Sisa makanan mudah sekali tertinggal di antara dua gigi tersebut. Membersihkannya susah banget. Kalau pakai sikat gigi tidak terangkat, saya harus meminjam bantuan dental floss (benang gigi). Sungguh merepotkan! Kalau tidak dibersihkan dengan benar, bisa-bisa jadi timbunan plak yang menyebabkan karang gigi dan gigi berlubang.

Setelah cukup banyak mencari info di internet dan bertanya pada orang-orang yang sudah lebih dulu pakai behel, saya memutuskan untuk mencari dokter gigi spesialis ortodonthi di sebuah rumah sakit. Awal pemeriksaan, sang dokter menyuruh saya untuk rontgen Panoramic dan Cephalometric. Hasil Rontgen Panoramic ini memperlihatkan keseluruhan susunan gigi dari depan, sedangkan Cephalometric memperlihatkan bentuk rahang dan susunan gigi dari samping.

Ternyata..setelah hasil rontgennya diperlihatkan kepada dokter, ada dua gigi bungsu di rahang bawah kanan dan kiri, yang tumbuhnya horizontal, nabrak gigi geraham depannya. Kedua gigi ini harus dicabut dengan melakukan ondectomy, yaitu operasi kecil pengangkatan gigi oleh dokter spesialis bedah mulut, karena hanya sedikit gigi yang tumbuh keluar gusi, sisanya tertanam di dalam gusi.

Akhirnya saya daftar ke dokter spesialis bedah mulut di rumah sakit yang sama. Karena saking banyaknya orang yang akan dioperasi, saya baru mendapat jadwal seminggu setelah pendaftaran. Saat tiba hari operasi rasanya takut banget. Dokter menyuntikan dua suntikan anastesi (bius) di gusi..sakit banget, ada jarum yang menembus gusi. Sekitar 5 menit setelah disuntik, obat biusnya mulai bekerja. Lidah terasa tebal. Mulailah sang dokter menyayatkan pisau pada gusi untuk membuka jalan bagi gigi bungsu tersebut agar bisa keluar. Dari awal proses hingga akhir, saya ga berani buka mata >.< Yang membuat amaze ialah saat melakukan pembedahan, dokter itu dengan santainya berbincang-bincang dengan asistennya, sedangkan saya ketakutan sendiri. Mungkin saking seringnya dokter tersebut melakukan operasi cabut gigi bungsu, jadi ya..santai saja.

Memang tidak sakit sama sekali sih setelah dibius, hanya semua tindakan dokter tetap terasa. Saat pisau menyayat gusi, saat tulang gigi dibor, dan saat luka dijahit. Sakitnya itu sesudah obat biusnya habis. Mantap! Sakit banget >.< nyut nyutan gitu.   Setelah beberapa jam, pipi saya bengkak sampai leher, minum pun susah..karena panik, malam harinya saya pergi ke klinik dekat rumah, dokter gigi di situ bilang tidak apa-apa sih, setelah dikompres air hangat nanti juga bengkaknya hilang. Selama seminggu saya cuma bisa makan bubur dan makanan lain yang lunak. Seminggu kemudian, saya kembali lagi ke rumah sakit untuk melepas jahitan. Awalnya takut juga, tapi ternyata tidak sakit. Barulah saya bisa makan nasi lagi 🙂

Belum beres sampai disitu, seminggu kemudian saya harus kembali ke dokter spesialis bedah mulut lagi untuk pengambilan gigi bungsu yang kiri. Kurang lebih prosesnya sama dengan yang pertama, namun kali ini tidak menimbulkan bengkak seperti yang pertama, karena saat pembedahan saya lebih rileks daripada sebelumnya.

Setelah kedua gigi bungsu tersebut diangkat, saya kembali lagi ke dokter spesialis ortodonthi. Masih ada 2 gigi lagi yang harus dicabut, untuk memberikan ruang agar gigi bisa rapi kembali. Satu gigi geraham kecil atas dan satu gigi geraham kecil bawah. Nah, kalau yang atas, ekstaksi (pencabutan) gigi berjalan lancar, hanya sakit waktu disuntik obat bius saja.

Seminggu kemudian saya ke rumah sakit lagi untuk cabut gigi yang bawah. Saya kira bakal lancar seperti yang pertama, tetapi kenyataan berkata lain :p.. uwaaahh >.< sakitnya minta ampun waktu ekstraksi, padahal sudah disuntik obat bius sampai 4x! (sekitar 2 ampul) Serasa cabut gigi tanpa dibius! Ternyata gigi geraham kecil yang hendak dicabut itu berhimpitan dengan gigi taring dan gigi seri yang berjejal tadi. Akhirnya ekstraksi tidak dilanjutkan karena sakitnya luar biasa, lalu saya dirujuk ke dokter bedah mulut (lagi) hari itu juga. Setelah menerima suntikan anastesi untuk yang kesekian kalinya, gusinya dibedah lagi, barulah gigi tersebut bisa dikeluarkan. Lagi-lagi gusi saya harus dijahit..dan seminggu kemudian kembali lagi untuk melepas jahitan.

Setelah seluruh sesi pencabutan beres, barulah behel bagian atas dipasang (akhirnya!) Pertama-tama dokter membersihkan seluruh gigi lalu mengeringkannya dengan angin kompresor. geli banget..hehe.. kemudian dokter mengoleskan lem di permukaan gigi dan menempel bracketnya. Dokter menginstruksikan agar saya tetap membuka mulut, agar lem menjadi kuat sehingga bracket tidak mudah lepas. Jika lem terkena air liur sebelum kering, maka kekuatannya tidak akan maksimal. Setelah itu, kawat dipasang. Nah, pada tahap ini, akan terasa gigi ditarik perlahan oleh dokter. Tidak terasa sakit, hanya linu-linu sedikit saja. Terakhir, karet dipasang.

Saat pemasangan behel, dokter menemukan 4 gigi yang berlubang! bukan karena pemasangan behelnya sih, memang sudah lebih dulu berlubang saja. Padahal selama ini tidak ada keluhan sakit gigi, karena lubangnya masih kecil dan belum mencapai saraf gigi, tapi tetap saja harus ditambal untuk mencegah lubangnya bertambah besar. Tambalan gigi yang saya gunakan adalah tambalan Light Curing. Warnanya menyerupai warna gigi, sehingga tidak mengganggu estetika. Pengaplikasiannya dibantu dengan penyinaran. Tidak sakit sama sekali 🙂

Sebulan kemudian, behel untuk gigi bawah pun dipasang. Lengkap sudah.

Kalau ada yang bilang disuntik di gusi itu mirip digigit semut, ga bener menurut saya. Lebih sakit disuntik >.< dan kalau ada yang bilang pasang behel itu bisa bikin kurus, saya setuju. Selama seminggu setelah pasang behel, saya belum bisa mengunyah nasi, jadi terus menerus makan bubur atau oatmeal. Gara-gara gigi linu, kudu pilih-pilih makanan. Berat badan jadi turun deh ;(

Pasang Behel Copot Gigi Ahli Behel Copot Gigi

Pasang Behel Copot Gigi Ahli Behel Copot Gigi

Baca Juga Informasi:Behel Gigi Cirebon

Semoga blog ini berguna bagi yang ingin pasang behel, tetapi jangan dijadikan acuan mutlak, karena kondisi rahang dan gigi setiap orang berbeda. Dokter yang menangani pun berbeda. Pesan saya adalah, jika ingin pasang behel permanen seperti ini untuk tujuan kesehatan, lebih baik carilah dokter gigi spesialis ortodonthi. Siapkan budget yang memadai, survey, tanya-tanya harga sebelum memutuskan memakai behel sehingga kita bisa mempersiapkan biayanya, juga siap-siap waktu untuk bolak-balik ke dokter tersebut. Kebersihan gigi sesudah memakai behel juga perlu ditingkatkan agar plak tidak tertimbun di sela-sela kawat gigi. Pakailah sikat gigi khusus untuk pengguna behel, dan pasta gigi yang khusus pula, tapi harganya cukup mahal :p. Gunakan mouthwash sesudah menyikat gigi. Jika masih ada sisa makanan, bersihkan sela-sela gigi dengan benang gigi atau sikat gigi khusus yang mirip sikat botol berukuran mini. Tadinya mau saya lampirkan foto gigi juga, cuma agak kurang enak dilihat

Behel Gigi Cirebon

pasang kawat gigi cabut gigi,

pasang behel harus copot gigi,

pasang behel harus cabut gigi,

pasang behel tanpa cabut gigi,

pasang behel haruskah cabut gigi,

pasang behel harus cabut gigi dulu,

pasang behel setelah cabut gigi,

pasang behel dan cabut gigi,

pasang behel baru cabut gigi,

pasang behel tidak cabut gigi

pasang behel cabut 4 gigi

pasang behel wajib cabut gigi

harga behel gigi copot pasang